Rabu, 20 Mei 2020

Jalan...


Aku, kamu dan kita pasti pernah deh ketika sudah menjalani jalan yang sejatinya benar-benar kita sendiri yang memilih tapi ketika sudah menjalani nya kita malah ngeluh “duh kayaknya aku salah ngambil jalan deh, coba aja dulu nga,bil jalan yang lain pasti gak akan ada di masalah kaya gini”. Menurutku itu suatu kewajaran kok saat kita ngeluh pada pilihan kita sendiri, padalah awal memilih seperti terpacu sekali untuk menjalaninya. Iya kan ??

Bahkan nanti mungkin ada di titik capek, mengeluh “dia memilih jalan itu sepertinya lancar lanjar saja, kenapa aku tidak memilih jalan itu saja ya”

Kalau dipikir-pikir lagi ni ya mau jalan apapun yang kita pilih pasti selalu akan menjumpai masalah. Entah seberapa besar dan sering masalah itu, ya intinya kita pasti menemuinya. Sekarang kalau kamu malas untuk menlanjutkan jalan yang sudah kamu pilih kamu akan putar balik? Atau bahkan kamu hanya terdiam tidak kemana-mana di depan masalah itu. Heiii ayo lah tidak akan ada yang sia-sia, katanya percaya hasil tidak akan mengkhianati proses kan ?,

Banyak orang-orang yang hanya ingin mendapat hasil yang bagus tapi dirinya tidak mau melewati proses, dan apakah kamu menjadi salah satu dari kebanyakan orang itu?. Jika iya kamu egois. Kamu hanya mau tertuju pada hasil tanpa mau berproses, kamu kira siapa kamu? Tuhan?. Kamu manusia kamu diberi otak dan otot untuk befikir dan bertindak. Sekarang kamu malah mau malas-malasan melanjutkan jalan yang telah kamu pilih. Itu akan membuat mu semakin lama keluar dari perjalanan itu, kamu hanya diam tanpa bertidak, kamu hanya berfikir “ seharusnya bukan jalan ini yang aku pilih “ atau “ aku kembali saja aku akan mengambil jalan yang lain”.

Sekarang mari berandai-andai jika kamu memilih untuk putar balik dan mengambil jalan yang lain apa kamu tidak merasa sia-sia pada waktu dan tenagamu yang telah terbuang itu?. Kita tak pernah tahu sampai kapan kita dapat menikmati semesta ini, kita tak pernah tahu kapan masa itu akan datang. Cobalah hargai keputusan sendiri selesaikan apa yang wajib diselesaikan, lalui apa yang perlu dilalui. Dan jika kamu memilih hanya menghabiskan waktumu menyesali pilihan, maka aku kan menyarankan mu pada opsi putar balik. Kenapa? Karena percuma kamu Cuma buang-buang waktu saja, tidak bertindak selangkah pun. Kamu hanya memikirkan pertanyaan-pertanyaan konyol kata-kata tanya “mengapa” “kenapa” “kok”.

Cobalah selesaikan perjalanan mu tak perlu tergesa-gesa kita kan sampai pada masanya. Yang terpenting nikmati setiap langkah perjalanan mu, ambil setiap pelajaran berharga dari masalah yang susah terlalui. Cepat atau lambat seriap manusia punya waktunya sendiri-sendiri untuk menyelesaikan perjalanan yang dipilihnya. Semua sama saja hanya yang membedakan adalah seberapa banyak hikmah yang dapat di petik. Jangan membandingkan hasil mu dengan hasil orang lain secara berlebihan, karena sejatinya semua manusia di ciptakan berbeda dan memiliki kekurangan kelebihannya masing-masing.

Jumat, 08 Mei 2020

Kekecewaan Itu Ulah mu Sendiri


Kekecewaan Itu Ulah mu
Hai bagaimana kabar mu? Baik saja kan. Ku dengar kamu kecewa lagi ya? Hahahaha aku tak akan menyalahkan dia yang sudah membuat mu kecewa. Kamu lah yg sebenarnya bersalah, iya kamu, kamu masih saja menggantungkan harapan pada seseorang yang kamu tau jelas hatinya tak sepenuhnya untuk dirimu. Sudah berapa quotes yang kamu baca sih selama ini, puluhan bahkan ratusan bahkan sering kamu dengar. Quotes tentang jangan pernah menggantungkan harapan oada manusia, karena sejatinya manusia juga punya sisi salah. KAMU YANG SALAH, KAMU YANG NGEYEL. Terlebih lagi kamu kecewa puluhan kali dengan manusia yang sama. Kamu kenapa sih? Yok mulai sekarang atur perasaan mu sendiri. Kamu tak bisa nyuruh manusia lain untuk menjaga kan perasaan mu, karena setting kan hati mu, fikiran mu, dan perasaan mu ya ada didalam diri kamu sendiri. Rasa kecewa yang kamu rasakan hanya akan berimbas pada hati mu, pada dirimu. Bagaimana dengan perassan manusia yang membuat mu kecewa? Hahaha bahkan dia tau perasaan mu saja mungkin tidak, dia hanya akan mengira “ apa salah ku toh dia yang begitu menggantungkan harapan begitu tinggi pada ku. Yang ku beri selama ini memang sebatas wajar ku saja “.
            Tak ada yang salah dalam menyukai seseorang yang salah adalah menaruh harapan tinggi pada seseorang itu. Kamu punya kesempatan di kecewakan, percaya deh. Gini deh ya apakah kamu sadar kamu pernah mengecewakan orang lain? Ya mungkin kamu juga sadar tapi ada beberapa juga yang gak kamu sadari loh. Jadi analogi nya adalah ada seseorang yang kecewa karena mu tapi kamu tidak mengetahui nya, sebab bisa saja dia menaruh harapan tinggi kepadamu tapi kamu patahkan dan kamu tidak menyadari jika kamu telah mengecewakan orang itu. Seperti itu juga seseorang tempat kamu menggantungkan harapan tinggi, dia tak sepenuhnya tau jika kamu kecewa karena nya, jika harapan kamu di patahkan nya.
            Bicara tentang harapan kamu juga harus belajar ikhlas. Ikhlas pada apapun yang terjadi ya termasuk harapan mu di patahkan atau bahkan di hancurkan. Ikhlas bahwa semua yang ada di semesta ini ada sang maha pemilik, termasuk hati mu. Allah berhak memberi rasa pada hatimu tapi tetap kamu bisa mengaturnya. Mulai sekarang cobalah menggantung harapan pada Allah jangan pada manusia, karena dia pun miliknya Allah. Berusaha ikhlas pada apapun yang terjadi itu kehendak sang penguasa, tapi ingat sekali lagi semua itu kamu yang mengaturnya. Boleh menaruh harapan pada seseoraang tapi kamu juga harus tau jika semua harapan mu mungkin saja tak sesuai. Jika hasil dari pengharapan mu menjadi lebih indah itu bonus untuk mu, Allah telah merencanakannya.

Percaya deh mulai sekarang batasi harapan mu pada seseorang, jangan ketinggian nanti kamu jatuh.